ESSAI
Fast
food Vs Junk food ! Mana yang membunuhmu ?
Apa yang anda lakukan jika perut
dalam keadaan lapar dan sedari tadi berbunyi
meminta untuk diasupi makanan tetapi dengan tidak membutuhkan waktu yang
lama membuatnya ?. Kebanyakan orang lebih memilih dengan cara yang instan yaitu
dengan memilih untuk mengkonsumsi makanan-makanan capat saji atau yang biasa
dikenal dengan sebutan fast food.
Kebanyakan orang yang sudah dalam keadaan dan kondisi seperti ini lebih memilih
untuk mengkonsumsi mie instan. Domic Stribati didalam bukunnya yang berjudul Popular Culture, mie instan sudah
menjadi makanan nasional malah internasional. Jutaan lidah sudah dibiasakan dengan rasa mie instan. Kalau orang
tidak mempunyai sarapan, orang tidak lagi sibuk berkreasi dengan mengolah nasi
basi sehingga menghasilkan nasi goreng, namun bisa menggantinya dengan mie
instan. Kalau terjadi bencana, orang dapat diberi mie instan tanpa banyak
menimbulkan protes sosial. Begitu masuk rumah, mie instan biasanya diserbu
pertama kali oleh anak-anak. Mengapa memilih makanan cepat saji ? Karena pada
dasarnya sifat manusia yang menyukai sesuatu yang cepat dan praktis tanpa harus
memakan waktu yang lama. Bukan hanya dalam memilih makanan, tetapi hampir dalam
segala hal manusia menyukai segala seesuatunya dilakukan dengan cepat. Contoh
lainnya juga seperti pada kendaraan. Kebanyakan orang memilih menggunakan
kendaraan motor dan mobil daripada harus menggunakan sepeda atau berjalanan
kaki sekali pun, karena jenis kendaraan tersebut lebih praktris digunakan dan
tidak menempuh waktu yang lama dibandingkan dengan bersepeda bahkan berjalan
kaki.
Makanan memang kebutuhan pokok untuk
setiap manusia. Makananlah yang membuat kita menjadi lebih berenergi, menjadi
lebih semangat dalam melakukan segala aktifitas sehari-hari. Di zama para nenek
moyang kita dahulu, makanan-makanan cepat saji ini belum ada. Mereka memilih
untuk menanam atau beternak dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan bahan pangan.
Bahkan mereka menjualnyua untuk menambah penghasilan. Seiring berjalannya
waktu, dapat sekali dirasakan perkembangan jenis-jenis makanan terutama di
negara kita. Di Indonesia, makanan cepat saji ini justru dimaknai sebagai
makanan kelas atas (high class). Padahal di Amerika, makanan cepat saji ini
dimaknai dengan istilah junk food atau
makanan sampah. Masyarakat era modern kebanyakan terlalu berlebihan dalam
mengkonsumsi junk food bahkan dijadikan sebagai makakan favoritnya
Makanan Fast food dan makanan junk
ini berbeda. Secara asal kata saja sudah kita bisa lihat perbedaannya. Fast
food diartikan sebagai makanan cepat, sedangkan junk food ialah makanan sampah,
makanan rongsokan atau makanan yang tak berguna. Tidak semua makanan fast food
itu adalah junk food, seperti pada contoh komsumsi mie instan yang telah
dipaparkan diatas. Mie instan adalah makanan fast food dan bukan makanan junk
food. Junk food adalah sebagai
sekelompok makanan yang minim gizi, vitamin, dan mineral yang umumnya tinggi
kalori, lemak, garam, dan gula. Hadirnya
makanan junk food inilah sebagai contoh dari gejala budaya massa. Domic Stribati
didalam bukunnya yang berjudul Popular
Culture menjelaskan bahwa budaya massa itu sendiri adalah budaya populer
yang dihasilkan melalui teknik-teknik industrial produksi massa dan dipasarkan
untuk mendapatkan keuntungan kepada khalayak konsumen massa. Produsen masa
melihat para penerima budayua itu pasif, cenderung pada manipulasif media massa,
mudah diekspolitasi dan sentimel. Medialah yang berperan penting dalam
mempengaruhi masyarakat untuk mengkonsumsi atau memanfaatkan barang dan jasa
hasil produksi budaya massa. Jadi, adanya budaya massa ini semata-mata hanya
untuk mendapat keuntungan material saja, tanpa berfikir, tanpa merenung,
menangguhkan segala harapan kritis, dan tidak dapat memikirkan alternatif-alternatif
lain untuk para konsumen.
Ketika kita berjalan-jalan ke mall,
banyak sekali kita temui restoran-restoran menyajikan makanan-makanan junk food yang
menggiurkan lidah kita untuk mencobanya, seperti Kuntucky Fried Chicken (KFC),
Aw, Texas, Jco, Mc Donald, Pizza Hut, dan sejenisnya. Hampir seluruh kalangan
mulai anak-anak hingga orang lanjut usia yang menggemari, menggilai, bahkan
makanan-makanan ini menjadi pemenuhan kebutuhan sosial mereka terutama bagi
kalangan remaja. Bahkan orang tualah yang menjadi peran penting dalam hal ini.
Banyak orang tua yang seakan mengajari anak-anaknya untuk mengkonsumsi
makanan-makanan junk food ini, sehingga anak-anak lebih memilih pergi ke mall
mengkonsumsi makanan fast food daripada harus makan di rumah.
Jangan mengganggap makanan cepat
saji sangat bergizi bagi tubuh kita. Bahkan kita juga tidak tahu apa yang
terjadi pada tubuh kita apabila kita terus-menerus mengkonsumsi makanan-makanan
sampah ini, bisa saja justru makanan-makanan inilah yang seketika membunuh kita
secara perlahan-lahan. Tahukah anda akibat jika kita terlalu berlebihan dalam
mengkonsomsi makanan junk food ?. Junk food memang bisa menjadi solusi untuk
menghemat waktu tanpa harus membutuhkan waktu yang lama untuk mengkonsumsinya, tetapi
junk food bukanlah solusi untuk kebutuhan nutrisi kita. Banyak sekali kerugian
kita dapatkan khusunya bagi kesehatan kita jika terlalu berlebihan
mengkonsumsinya salah satu akibat yang dirasakan bagi para penikmat junk food
adalah obesitas atau kegemukan. Contohnya saja pada makanan Burger dan Kentang
goreng. Kedua jenis makanan inilah yang menjadi pemicu obesitas ini muncul
terutama di kalangan anak-anak. Mengapa hal ini bisa terjadi ?. Karena didalam makanan-makanan
junk food banyak mengandung gula buatan dan garam. Bukan hanya itu saja, junk
food juga banyak mengandung sodium, Stured fat kolestrol didalamnya dan bila
jumlahnya terlalu banyak di konsumsi maka hal inilah yang dapat menimbulkan
obesitas, tetapi bukan hanya obesitas saja yang bisa terjadi bahkan
penyakit-penyakit lain seperti diabetes, gangguan ginjal kanker dan masih banyak
lagi bisa saja terdapat didalam tubuh kita.
Oleh karenanya kurangilah untuk
mengkonsumsi makanan-makanan junk food yang tanpa kita sadari perlahan-lahan
dapat membunuh kita dengan secara tidak langsung. Melalui web:
dindadefi.blogsot.com, banyak cara untuk mengurangi mengkonsumsi junk food
dalam kehidupan kita, yaitu pertama dengan lebih memilih nasi atau roti
dibandingkan kentang goreng karena ketang goreng lebih banyak mengandung lemak
dan natrium. Yang kedua, perbanyaklah mengkonsumsi sayur-sayuran hijau daripada
mengkonsumsi olahan-olahan daging. Boleh saja mengkonsumsi olahan daging tetapi
harus seimbang dan tidak berlebihan. Yang ketiga, pilihlah air mineral atau jus
buah saja daripada mengkonsumsi minuman soft drink, dikarenakan air mineral dan
jus buah memiliki kandungan vitamin yang lebih dibanding soft drink. Dan yang
terakhir, kurangilah porsi untuk mengkonsumsi junk food, cobalah untuk tidak
terlalu sering mengunjungi restoran-restoran yang makanan menyediakan makanan
junk food tersebut. Ada baiknya memilih makanan yang ada dipinggir jalan jika
malas untuik memasak, karena tidak semua makanan yang di pinggir jalan itu
jorok, kotor, bahkan menjijikan untuk mencicipinya, tetapi tergantung dari kita
lagi yang lebih memilah-milah makanan yang ada di pinggir jalan tersebut. Sekiranya 2-3 kali
kita makan-makanan junk food dalam sebulan, karena kesehatan itu mahal,
kesehatan itu penting, dan kitalah yang berperan penting pada diri kita sendiri
dalam hal apapun itu terutama pada kesehatan diri kita.
Komentar
Posting Komentar